News & Event

Informasi Kalangan Umum » Penyakit Kulit dan Kelamin » Dermatitis Seboroik

Dermatitis Seboroik

Apa yang dimaksud dengan dermatitis seboroik?

Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit yang sering dijumpai, tidak berbahaya, dan ditandai dengan kemerahan kulit disertai sisik, yang seringkali mengenai kulit kepala, tetapi juga dapat mengenai wajah, dada bagian atas, punggung, dan bagian tubuh lain yang banyak mempunyai kelenjar sebum (minyak). Bentuk dermatitis seboroik yang terjadi di kulit kepala tanpa disertai tanda peradangan sering disebut sebagai dandruff. Penyakit ini juga dapat mengenai bulu mata, bagian samping hidung dan di belakang telinga, di lipat paha, dan kadang-kadang di ketiak. Pada kebanyakan orang, penyakit ini bersifat kronik.

Penyakit ini dapat timbul kapan saja setelah usia pubertas, dan berfluktuasi dalam beratnya gejala serta dapat menetap selama bertahun-tahun. Kelainan ini juga dapat menjadi predisposisi timbulnya psoriasis, tetapi plak pada psoriasis lebih persisten, lebih tebal, lebih merah, disertai sisik-sisik yang lebih besar berwarna keperakan.

Apa penyebab dermatitis seboroik?

Dermatitis seboroik diduga disebabkan oleh sejenis jamur yaitu Malassezia (yang dahulu dikenal dengan Pityrosporum ovale), yang berkembang biak pada kulit normal dan menyebabkan reaksi peradangan. Spesies penyebab utama yang menyebabkan dermatitis seboroik di kulit kepala adalah M. globosa. Jamur ini memproduksi toksin yang mengiritasi kulit, dan pasien yang menderita penyakit ini diduga mempunyai resistensi yang rendah terhadap jamur.

Penyakit kulit ini tidak menular dan tidak berhubungan dengan makanan, tetapi dapat memburuk akibat penyakit lain, stres psikologik, terlalu letih, perubahan iklim, dan menurunnya kesehatan umum. Orang yang mengalami defisiensi sistem imun (terutama penderita HIV), pencandu alkohol, mempunyai kelainan neurologik seperti penyakit Parkinson dan stroke rentan terhadap penyakit ini.

Apa tanda dan gejala dermatitis seboroik?

Tanda dan gejala yang paling sering dijumpai adalah:

  • Peradangan (kemerahan) pada kulit.
  • Bercak-bercak berisik atau adanya kerak tebal di kulit kepala.
  • Bercak kekuningan atau putih (dandruff) di kulit kepala, atau di rambut, bulu mata, janggut, atau kumis.
  • Kulit merah dan berminyak yang ditutupi dengan sisik berwarna kekuningan atau putih di area tubuh lain, seperti di dada, ketiak, lipat paha, atau zakar.
  • Rasa gatal dan perih di kulit.

Penyakit lain apa yang mirip dengan dermatitis seboroik?
  • Psoriasis. Psoriasis juga menyebabkan kemerahan pada kulit yang ditutupi oleh sisik dan serpihan kulit, tetapi sisiknya biasanya berwarna keperak-perakan dan meluas sampai ke area di luar batas rambut. Psoriasis umumnya mengenai lebih dari satu area di tubuh. Jika seseorang menderita psoriasis kulit kepala, umumnya orang tersebut juga menderita psoriasis ringan di siku, lutut, tangan, kaki, dan bintik-bintik di kukunya.

  • Dermatitis atopik. Kelainan kulit yang disertai gatal dan peradangan ini terutama timbul di siku, bagian belakang lutut dan kaki, serta di leher. Gejalanya timbul secara periodik, dan membaik sendiri untuk beberapa lama, bahkan sampai beberapa tahun.

  • Tinea kapitis. Infeksi jamur permukaan yang sering mengenai anak di bawah 5 tahun dan usia sekolah, yang ditandai dengan bercak-bercak merah, gatal, dan seringkali disertai botak.

Apa pengobatan dermatitis seboroik?

Dermatitis seboroik cenderung menjadi kronik, dan umumnya tidak ada cara khusus untuk menyembuhkannya secara permanen. Tetapi, banyak obat yang dijual bebas yang dapat digunakan untuk mengontrol tanda dan gejala penyakit ini. Cara pengobatan terbaik tergantung dari jenis kulit seseorang, beratnya gejala, dan luasnya gejala penyakit ( apakah hanya di kulit kepala atau mengenai bagian tubuh yang lain).

Krim dan lotion dapat dioleskan di kulit yang terkena dan shampo tertentu juga dapat digunakan untuk mengobati. Jika anda menggunakan shampo jenis tertentu dan setelah digunakan untuk beberapa lama khasiatnya tampaknya menurun, maka anda dapat mencoba jenis shampo yang lain. Tetapi jika anda mengunakan shampo dan setelah beberapa minggu tetap tidak ada perbaikan gejala, periksalah ke dokter.

Pada penyakit yang berat, dokter akan menuliskan resep obat yang mempunyai efek sistemik ke seluruh tubuh (misal: antijamur, kortikosteroid, golongan obat lain).

Apakah dermatitis dapat dicegah?

Dermatitis seboroik tidak dapat dicegah, tetapi jika kita berupaya menghindari faktor-faktor risikonya maka risiko terkena penyakit ini lebih kecil.

Apa saja faktor risiko timbulnya dermatitis seboroik?
  • Adanya riwayat penyakit eksim dalam keluarga.
  • Mempunyai kulit dan rambut berminyak.
  • Stres.
  • Rasa letih.
  • Cuaca dingin dan kering.
  • Laki-laki lebih sering menderita dermatitis seboroik dan kasusnya juga sering lebih berat.
  • Obesitas.
  • Kulit yang lecet atau tergores.
  • Menggunakan lotion atau obat topikal (setempat) yang mengandung alkohol.
  • Menderita akne, dermatitis rosasea, psoriasis, dan blefaritis (radang kelopak mata).
  • Penyakit tertentu seperti penyakit Parkinson, HIV, dan orang yang baru pulih dari serangan jantung atau stroke mempunyai risiko lebih tinggi terkena dermatitis seboroik. Diperkirakan sebanyak 90% penderita HIV juga menderita dermatitis seboroik.
  • Penggunaan obat-obat tertentu, seperti interferon-alfa, litium, dan psoralen meningkatkan risiko menderita dermatitis seboroik.
Bagaimana prognosis (nasib ke depan) dari penyakit dermatitis seboroik?

Karena pada dasarnya dermatitis seboroik bukan merupakan penyakit yang menimbulkan masalah serius, maka cara memandang penyakit ini adalah dari segi yang optimistik. Meskipun pengobatan umumnya memberikan respon yang baik, tetapi perlu dipahami bahwa kadang-kadang tidak menghasilkan kesembuhan yang permanen. Jadi dermatitis seboroik merupakan penyakit yang dapat diobati, tetapi tidak selalu berarti dapat disembuhkan secara total, dan penyakit ini selalu diselingi dengan periode pulih dan kambuh silih berganti. Pemulihan dapat berlangsung beberapa bulan bahkan bertahun-tahun, kemudian tiba-tiba muncul kembali.

Apa yang dapat saya lakukan untuk mengontrol dermatitis seboroik saya?
  • Cucilah rambut anda dengan shampo anti-dandruff, dan jika anda tidak melihat hasilnya gantilah dengan jenis yang lain.
  • Gunakan obat anti-jamur yang dijual bebas.
  • Jika perlu oleskan krim atau lotion yang dapat mengurangi rasa gatal.
  • Hindari sabun yang keras dan detergen.
  • Pakailah pakaian dengan bahan katun yang lembut.
  • Cukurlah janggut atau kumis anda.
  • Hindari menggaruk sedapat mungkin.
Apabila ingin menyalin mohon sertakan sumber laman !!!