News & Event

Informasi Kalangan Umum » Penyakit Kulit dan Kelamin » Gonore

Gonore

Apa yang dimaksud dengan penyakit gonore?

Gonore adalah penyakit infeksi seksual menular yang disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoea atau gonokokus. Kuman ini terutama berada di dalam cairan yang dikeluarkan melalui penis dan vagina yang berasal dari laki-laki atau perempuan yang terinfeksi. Penyakit ini mudah ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui hubungan seksual vaginal, oral, atau anal yang tidak terproteksi, dan juga dapat ditularkan dari ibu ke bayinya.

Meskipun gejala gonore yang sering ditemukan adalah berupa keluarnya cairan mirip nanah atau cairan kehijauan dari vagina atau penis dan nyeri saat kencing, tetapi 1 diantara 10 laki-laki yang terinfeksi dan kira-kira separuh perempuan yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa-apa. Gonore biasanya mengenai saluran kencing (uretra), rektum, atau tenggorokan, dan pada perempuan dapat mengenai serviks (mulut rahim).

Siapa saja yang berisiko terkena infeksi gonore?

Setiap orang yang aktif secara seksual dapat terkena infeksi gonore, terutama pada orang yang sering berganti pasangan atau tidak menggunakan kondom saat melakukan kontak seksual. Seseorang yang sudah sembuh setelah diobati akibat gonore, tidak membuatnya kebal terkena infeksi gonore lagi.

Apa saja faktor risiko infeksi gonore?

Faktor-faktor yang dapat meningkat risiko seseorang terkena infeksi gonore adalah:

  • Usia muda.
  • Berganti-ganti pasangan seksual.
  • Mempunyai pasangan seksual baru.
  • Pernah menderita gonore.
Apa tanda dan gejala gonore?

Gejala gonore umumnya timbul sekitar seminggu setelah seseorang terinfeksi, tetapi kadang-kadang gejalanya baru muncul setelah beberapa bulan, atau setelah infeksinya menjalar ke bagian tubuh yang lain.

Pada perempuan, gejalanya dapat berupa:

  • Keluar cairan yang tidak semestinya dari vagina, agak kental dan berwarna kehijauan atau kekuningan.
  • Sakit saat kencing.
  • Sakit di perut bagian bawah atau nyeri saat di tekan di daerah tersebut (agak jarang).
  • Mengeluarkan darah diluar masa haid (agak jarang).

Pada laki-laki, gejalanya dapat berupa:

  • Keluar cairan berwarna keputihan, kekuningan, atau kehijauan mirip nanah dari ujung penis.
  • Sakit atau rasa terbakar saat kencing.
  • Peradangan pada kulup.
  • Rasa nyeri atau peradangan pada zakar atau kelenjar prostat (jarang).

Pada laki-laki dan perempuan dapat timbul gejala di bagian tubuh yang lain, yaitu:

  • Rektum: nyeri, rasa tidak nyaman, rasa gatal di dubur, atau keluar cairan. Atau ada bercak darah saat membersihkan dubur dengan kertas tissu.
  • Tenggorokan: umumnya gejalanya tidak jelas, tetapi dapat timbul nyeri di tenggorokan dan pembengkakan kelenjar di leher.
  • Mata: sakit, bengkak, iritasi, dan keluar cairan kental (konjungtivitis).
  • Sendi: Jika sendi terinfeksi maka timbul gejala panas, bengkak, merah, dan nyeri pada sendi yang terkena saat digerakkan (artritis septik).

Pada bayi, gejala yang timbul berupa:

Kelainan pada mata yang timbul dalam 2 minggu pertama setelah dillahirkan oleh ibu yang terinfeksi, dan mata menjadi merah, bengkak, dan mengeluarkan cairan kental mirip nanah (konjungtivitis).

Kapan kita perlu memeriksakan diri ke dokter?

Periksalah diri anda ke dokter jika mengalami tanda dan gejala infeksi gonore, seperti sakit saat kencing atau keluar cairan mirip nanah dari penis, vagina, atau rektum.

Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter jika pasangan anda terkena gonore, karena anda mungkin tidak mempunyai gejala. Tanpa pengobatan, seseorang dapat menularkan infeksi kembali ke pasangannya, meskipun pasangannya sudah diobati (fenomena ping-pong).

Apa penyebab gonore?

Seperti sudah dijelaskan diatas, gonore disebabkan oleh infeksi kuman Neisseria gonorrhoea, dan kuman ini biasanya ada di dalam cairan yang dikeluarkan dari penis atau vagina dari seseorang yang terinfeksi.

Kuman gonore dapat menginfeksi vagina atau penis, serta bagian tubuh lain yang terkena kontak dengan air mani atau cairan vagina selama kontak seksual. Kuman ini dapat hidup di dalam sel-sel serviks (mulut rahim), uretra (saluran untuk keluarnya air kencing), rektum, tenggorokan, dan kadang-kadang mata.

Selain ditularkan melalui kontak seksual secara vaginal, anal, atau oral, infeksi gonore juga dapat ditularkan karena berbagi alat bantu seks yang tidak dicuci.

Pada ibu hamil yang terinfeksi, penularan pada bayi dapat terjadi selama bersalin, dan bayi dapat terkena infeksi di mata (konjungtivitas) yang dapat menyebabkan kebutaan jika tidak diobati. Masih belum jelas apakah kuman gonore dapat ditularkan melalui jari-jari atau dari kontak genital antara perempuan dengan perempuan.

Bagaimana memastikan seseorang menderita infeksi gonore?

Satu-satunya cara memastikan bahwa seseorang terkena gonore adalah dengan menjalani tes untuk menemukan adanya kuman Neisseria gonorrhoea. Jadi jika anda menduga anda terkena infeksi gonore jangan menunda untuk menjalani tes. Tes dapat dilakukan beberapa hari setelah seseorang melakukan kontak seksual, tetapi lebih dianjurkan untuk menunggu sampai 2 minggu. Anda juga dapat menjalani tes jika anda tidak mempunyai gejala.

Diagnosis dan pengobatan yang dini akan menurunkan risiko timbulnya komplikasi akibat gonore, seperti timbulnya infeksi rongga panggul pada perempuan dan infeksi zakar pada laki-laki. Komplikasi akibat penyakit yang berlangsung secara kronik lebih sulit diobati.

Pada perempuan, biasanya diambil sampel dari serviks atau vagina selama pemeriksaan dalam oleh dokter, atau anda dapat diminta untuk menggunakan alat mirip cotton-bud untuk diusap atau tampon guna mendapatkan sampel di rumah. Tes pulasan mulut rahim dan pemeriksaan darah rutin bukan merupakan pemeriksaan yang khusus untuk gonore.

Pada laki-laki, biasanya dilakukan tes pada sampel urin.

Pada perempuan dan laki-laki, kadang-kadang dokter akan mengambil sampel dari ujung uretra. Jika anda melakukan kontak seksual secara anal atau oral, mungkin diperlukan pengambilan sampel dari rektum atau tenggorokan. Dan pada konjungtivits akibat gonore, sampel diambil dari cairan yang keluar dari mata.

Siapa saja yang perlu menjalani tes untuk gonore?
  • Anda dan pasangan anda, jika menduga terkena infeksi gonore.
  • Anda melakukan kontak seksual yang tidak terproteksi dengan pasangan baru.
  • Anda atau pasangan anda melakukan kontak seksual tanpa proteksi dengan orang lain.
  • Pasangan anda menderita infeksi seksual menular yang lain.
  • Pada pemerikasaan vagina, dokter menemukan adanya peradangan di serviks atau keluar cairan dari serviks.
  • Anda hamil atau merencanakan kehamilan.
Bagaimana pengobatan gonore?

Infeksi gonore perlu diobati dengan cepat, dan sangat jarang atau hampir tidak mungkin seseorang dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Selain itu, menunda pengobatan dapat menyebabkan anda mengalami komplikasi.

Infeksi gonore tidak bisa diobati sendiri dan tidak ada obat bebas yang dapat menyembuhkan gonore. Dokter biasanya akan memberikan antibiotik secara oral atau suntikan untuk jangka waktu tertentu atau memberikan secara tunggal dalam dosis besar. Ada kemungkinan anda mendapat antibiotik sebelum hasil tes anda keluar, dan dokter biasanya memberikan antibiotik yang sudah terbukti efektif secara ilmiah.

Anda akan diminta tidak melakukan kontak seksual selama pengobatan belum selesai dan dinyatakan sembuh. Selain anda, pasangan anda juga perlu diobati, karena jika salah satu pasangan tidak diobati maka infeksi dapat menular lagi (fenomena ping-pong).

Bayi yang terkena infeksi gonore dari ibunya yang terinfeksi harus segera diberikan antibiotik setelah dilahirkan, guna mencegah kebutaan dan komplikasi lain.

Setelah mendapat pengobatan, kapan saya perlu menjalani tes lagi?

Efektivitas pengobatan untuk gonore adalah sekitar 95%, dan anda perlu menjalani tes ulang jika:

  • Tanda dan gejala anda tidak membaik.
  • Anda melakukan kontak seksual tanpa proteksi dengan pasangan anda dalam jangka waktu 1 minggu setelah anda diobati.
  • Anda menduga terkena infeksi gonore lagi.
  • Anda menderita gonore di tenggorokan.
  • Tes anda negatif, tetapi anda mengalami gejala gonore.
Bagaimana saya bisa tahu pengobatan saya efektif?

Jika antibiotik yang diberikan pada anda efektif, maka anda akan mengalami hal-hal sebagai berikut:

  • Nyeri dan cairan yang keluar saat kencing membaik dalam 2 – 3 hari.
  • Nyeri dan cairan yang keluar dari rektum membaik dalam 2 – 3 hari.
  • Keluarnya darah di luar masa haid membaik saat periode haid berikutnya.
  • Sakit di rongga panggul dan zakar mulai membaik, tetapi mungkin memerlukan waktu sampai 2 minggu untuk hilang sama sekali.
Apa saja komplikasi penyakit gonore?

Jika diobati, gonore cenderung tidak menimbulkan komplikasi atau kelainan jangka panjang. Tetapi jika tidak diobati, gonore dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan menimbulkan masalah serius. Makin seseorang sering terkena gonore, maka kemungkinan timbulnya komplikasi makin besar.

Pada perempuan, gonore dapat menyebar ke organ-organ reproduksi (rahim dan saluran indung telur) dan menyebabkan infeksi rongga panggul. Infeksi rongga panggul ini dapat menyebabkan timbulnya nyeri di rongga panggul, kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim), dan infertilitas (tidak subur). Pada laki-laki, gonore menyebabkan infeksi disertai rasa nyeri di zakar dan kelenjar prostat, dan juga dapat menyebabkan infertilitas. Bayi yang terkena gonore dan tidak diobati dapat mengalami kebutaan.

Meskipun jarang terjadi, gonore yang tidak diobati dapat menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh yang lain, misalnya menyebabkan peradangan dan pembengkakan sendi dan urat, ruam kulit (bercak-bercak merah di kulit), peradangan di sekitar otak dan saraf tulang belakang (meningitis), jantung, dan bahkan kemungkinan dapat menyebabkan kematian.

Seseorang yang menderita gonore lebih rentan terhadap infeksi HIV, dan orang yang menderita gonore dan HIV secara bersama-sama lebih mudah menularkan penyakitnya ke orang lain atau pasangannya.

Bagaimana cara mencegah infeksi gonore?

Karena gonore merupakan penyakit infeksi seksual menular, maka cara terbaik mencegah timbulnya infeksi gonore adalah dengan melakukan kontak seksual secara aman dan terproteksi, yaitu:

  • Menggunakan kondom (baik kondom untuk laki-laki atau perempuan) setiap kali melakukan kontak seksual secara vaginal atau anal.
  • Menggunakan kondom yang menutupi penis atau femindom untuk menutupi alat genital perempuan, jika melakukan kontak seksual secara oral.
  • Tidak berbagi alat bantu seks.
  • Tanyakan apakah pasangan anda mau menjalani tes. Jika anda bebas dari gonore, carilah informasi apakah pasangan anda atau pasangan baru anda telah menjalani tes, serta mohonlah agar mereka mau menjalani tes jika belum.
  • Jangan melakukan kontak seksual dengan pasangan yang mempunyai gejala mencurigakan. Jika pasangan anda mempunyai gejala sakit atau rasa terbakar saat kencing, atau mempunyai bercak merah atau nyeri di alat kelamin, jangan melakukan kontak seksual dengannya.
  • Pertimbangkan melakukan tes skrining gonore jika anda mempunyai risiko tinggi. Anda mempunyai risiko tinggi menderita gonore jika anda pernah menderita gonore atau infeksi seksual menular lainnya, jika anda mempunyai pasangan baru, atau jika anda sering berganti pasangan.
Apabila ingin menyalin mohon sertakan sumber laman !!!